Kekerasan dalam Mabim Akan Dibawa ke Jalur Hukum

[Unpad.ac.id, 15/08] Sekarang sudah bukan zamannya lagi Masa Bimbingan Mahasiswa (Mabim) dengan kekerasan. Kini para senior tidak bisa semena-mena melakukan praktek-praktek kekerasan baik secara verbal maupun nonverbal kepada mahasiswa baru (maba) dalam mabim. Pasalnya tindak kekerasan yang berpotensi pelanggaran hukum telah diatur oleh Undang-undang.

Hal ini disampaikan Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Sumedang, Jawa Barat, Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP) Akhmad Wiyagus saat menjadi pembicara Diskusi Publik Praktik Tindak Kekerasan dalam Mabim. Acara yang diprakarsai Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik (FISIP) Unpad, tersebut digelar di Gd. D Lt.2 FISIP, Unpad Kampus Jatinangor, Jumat (14/08).

Dalam acara tersebut, tampak hadir Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan FISIP Unpad, Dr. Soni A. Lukmanulhaqim, Drs. M.Si., beserta jajarannya. Perhelatan yang dipandu dosen FISIP Unpad, Asep Rukmana tersebut sengaja diadakan untuk membekali para mahasiswa yang menjadi panitia mabim di FISIP Unpad. Terbukti, acara tersebut telah dilakukan setiap tahun sebelum penyelenggaraan mabim.

“Sebuah tindakan yang mengandung unsur kekerasan sebagaimana yang tercantum dalam pasal 351 sampai 358 tentang penganiayaan akan ditindak secara hukum. Meskipun hal tersebut dilakukan dalam Mabim,” tutur Kapolres Sumedang. Berdasarkan hal tersebut, para senior yang tergabung dalam kepanitiaan mabim di suatu institusi pendidikan tinggi harus meninggalkan budaya kekerasan. Tindak kekerasan tidak hanya berbentuk kontak fisik belaka, namun sebuah bentakan disertai ancaman juga dapat diajukan menjadi delik aduan dan dijerat hukum.

Nampaknya dengan peraturan dan Undang-undang yang mengatur hal ini, para senior harus berpikir ulang untuk melakukannya. “Kekerasan dalam arti disiplin memang merupakan salah satu cara membentuk karakter. Namun bukan berarti segala tindakan kekerasan dihalalkan. Ada aturan mainnya, salah satunya ya Undang-undang tadi,” paparnya.

Dalam konteks tindakan pendisiplinan, lanjut Kapolres Sumedang, panitia harus menargetkan tidak ada tindakan kekerasan atau tidak ada yang celaka atau terluka dalam mabim. Proses ini juga melatih kemampuan manajerial para senior. “Jadi, dalam mabim, tidak hanya maba yang belajar namun juga panitia.” tegas Kapolres Sumedang.

Kepada para panitia mabim, AKBP. Akhmad Wiyagus berpesan, pembentukan karakter dan pengenalan kampus tidak berarti disertai tindakan kekerasan, baik fisik maupun non fisik. Transparansi kegiatan juga berlaku untuk semua, tidak hanya transparan ketika melaporkan kegiatan kepada pihak Dekanat atau Rektorat, namun juga kepada para maba. Menurutnya, peserta pengenalan kampus harus mengetahui dengan jelas rangkaian acara sehingga tidak menimbulkan kekagetan (shock) pada maba.

POSMO di FISIP
Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan FISIP Unpad, Dr. Soni A. Lukmanulhaqim, Drs. M.Si., mengatakan, Diskusi Publik tersebut adalah bukti FISIP Unpad menanggapi Surat Edaran Rektor Unpad dan amanah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional (Dirjen Dikti Depdiknas) mengenai Proses Pengenalan Kampus tanpa Tindak Kekerasan.

“Berpijak pada Surat Edaran Rektor dan Dikti, kami mengadakan diskusi publik ini. Hal ini juga menjadi sebuah bukti komitmen FISIP Unpad dalam mengubah paradigma dalam pengenalan kampus. Acara ini diadakan setiap tahun sebelum penyelenggaran masa pengenalan kampus dan telah menginjak tahun yang ketiga” papar Dr. Soni A. Lukmanulhaqim, Drs. M.Si.

Menurut pengakuannya, PMB yang dilakukan FISIP Unpad dengan tajuk Program Orientasi Studi & Manajemen Organisasi (POSMO) tidak memberikan kesempatan kepada oknum untuk melakukan tindakan kekerasan kepada maba. “Tidak ada kekerasan dalam POSMO. Sesuai dengan namanya, POSMO tidak hanya mengenalkan universitas sebagai sistem kepada mahasiswa baru. Di sini (POSMO), mahasiswa baru juga distimuli untuk menemukan softskill-nya. Kemampuan manajerial dan berorganisasi mahasiswa baru coba dirangsang melalui POSMO.” pungkas Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan FISIP Unpad tersebut.

Mabim bukanlah ajang balas dendam mahasiswa lama kepada mahasiswa baru seperti yang mereka alami ketika menjadi mahasiswa baru. Budaya yang salah ini harus dihilangkan dan digantikan dengan budaya pengenalan kampus yang lebih santun dan berpendidikan. (eh)*

About dkmannahl

dkm annahl fapet unpad

Posted on 17 August 2009, in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: